Selasa, 19 Juli 2016

Ragam Jenis Kacang - Kacangan (Nuts) 2

Ada beberapa jenis kacang kacangan yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam panganan baik untuk keperluan makanan pelengkap maupun panganan lainya, seperti jenis makanan kecil yaitu kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tunggak, dan kacang bogor.
Selain jenis kacang kacangan diatas masih terdapat jenis kacang kacangan lainnya seperti kacang panjang, kacang hiris, kratok/roay, kiro, buncis, dan kecipir. Dari berbagai jenis kacang kacangan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari baik melalu proses terlebih dahulu atyau dimanfaatkan langsung.

Aneka Jenis kacang

1.    Kacang tanah
Dapat diolah menjadi macam macam panganan seperti kacang rebus, kacang goreng, ampyang, nougat, dan kacang bawang. Juga berfungsi sebagai bahan pelengkap lauk seperti sayur asem, sebagai pelengkap hidangan yang berfungsi sebagai saus pada selada Bangkok, sate ayam, gado gado, pecel dsb. Dapat diambil minyaknya yaitu minyak kacang dan minyak selada. Sisa kacang tanah namanya bungkil dapat dibuat oncom atau bias untuk makanan ternak. Daun dan batangnya dapat digunakan sebagai makanan ternak.
2.    Kacang kedelai
Kacang kedelai depat diolah menjadi tempe, tahu, tauco, sebagai sumber zat protein yang tinggi nilai gizinya. Kacang kedelai memiliki kandungan protein nabati yang tinggi.
3.    Kacang hijau
Merupakan seumber vitamin B, kacang ini dapa dioleh menjadi tauge, tepung hunkwe, rempeyek dsb. Sebagai isi macam macam panganan seperti onde onde, kue ku, bakpau, roti dll. Dari tepung hunkwe pun dapat menjadi aneka olahan seperti cendol.
4.    Kacang merah
Banyak digunakan untuk bermacam macam masakan, seperti sepeti sup kacang merah, campuran minuman dingin, dodol kacang dsb.
5.    Kacang tunggak
Banyak dipergunakan untuk masakan seperti kacang tolo, pelengkap sayur lodeh, untuk mebuat kecambah, dapat juga dibuat rempeyek.
6.    Kacang bogor
Dapat diolah dengan cara direbus atau digoreng saja.sebagai pelengkap sayur, dan daun dan bantangnya untuk makanan ternak.
7.    Kacang mente
Bijinya diambil dari buahnya dijemur sampai kering dipergunakan untuk, digoreng, isi coklat, cake, hiasan, nougat dan bahan tambahan cookies. Kulit buahnya dapat digunakan sebagai bahan pelumas, bahan plastik dsb.
8.    Kacang panjang
Kacang panjang yang muda digunakan sebagai bahan sayuran seperti pecel, gado gado, sayur asem, sayur lodeh urap, oseng oseng, karedok dan sambal goreng. Bijinya yang tua daoat digunakan untuk makanan rempeyek dan kacang goreng.
9.    Kratok/koay
Di daerah Madura kratok dimakan sebagai makanan sangat penting, bijinya dikukus bersama nasi, bias dimasak dalam sayur, di jawabarat dijual sebagai kacang goreng, biji kratok mengandung racun sianida. Racun ini dapat dihilangkan waktu merebus air, air untuk merebus harus diganti.
10. Kiro pedang / kiro bendo / kacang pedang
Tumbuhan ini dipakai sebagai pupuk hijau karena pada akarnya hidup bakteri zat lemas (yang dapat mengambil zat lemas langsung dari udara). Daunnya untuk makanan ternak, buahnya yang muda untuk lalapan, buahnya yang tua untuk sayur.
11. Kacang hiris
Kacang hiris yang muda dapat dimakan sebagai lalapan atau dibuat rujak, bijinya selain untuk makanan yang disebut bangko juga untuk rempeyek. Bangko dapat dimakan sebagai lauk bersama nasi.
12. Buncis
Buncis mengandung banyak zat putih telur, buncis yang muda untuk lalapan dan untuk sayur atau macam macam masakan seperti oseng buncis dll.
13. Kecipir
Daun dan buahnya yang muda dapat dimakan sebagai sayur atau mentah sebagai lalapan, bijinya yang tua direbus atau dimakan seperti kacang rebus lainnya, dapat juga di ambil minyaknya untuk minyak goreng bagi penderita jantung dan darah tinggi. Ampasnya untuk pakan ternak, umbinya mengandung zat protein yang tinggi. Umbi ini juga dimakan mentah seperti bengkoang atau direbus seperti ubi jalar.
14. Kacang arab
kacang arab (Cicer arietinum) adalah tumbuhan yang termasuk suku Fabaceae yang menghasilkan polong berukuran kecil berwarna kekuningan. Kacang arab kaya protein dan merupakan salah satu dari tanaman budidaya yang paling kuno. Di Timur Tengah ditemukan sisa-sisa budidaya kacang arab yang berusia 7.500 tahun
Ada dua jenis kacang arab:
1.    Desi (bahasa Hindi yang berarti negara atau lokal) Kacang berukuran kecil, lebih gelap, dan memiliki kulit yang kasar, umumnya dibudidayakan di anak benua India,Ethiopia, Meksiko, dan Iran.
2.    Kabuli Kacang berukuran lebih terang, lebih besar, dan kulit lebih halus; sekain ditanam di Eropa Selatan, Afrika Utara,Afganistan, dan Chili, jenis ini juga diperkenalkan di anak benua India pada abad ke-18.
15. Kacang azuki
Kacang azuki adalah sejenis kacang. Kacang azuki banyak digunakan di Indonesia dalam makanan Indonesia biasa sebagai sup, contohnya sup kacang azuki. Kacang azuki dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama Azuki bean.
16. Kapri
Kapri atau kacang kapri (Pisum sativum L. ssp. sativum, suku polong-polongan atau Fabaceae) adalah sejenis tumbuhan sayur yang mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional Indonesia. Kapri termasuk dalam golongan sayur buah, artinya buahnya yang dimakan sebagai sayur dan tidak digolongkan sebagai buah-buahan, seperti juga tomat atau cabai. Buah ini, yang bertipe polong (legume), dipanen ketika masih muda dan bijinya belum berkembang penuh, sehingga berbentuk pipih dan masih lunak. Jika terlalu tua dipanen polong kapri berserat tebal dan tidak nyaman lagi untuk dikonsumsi. Kapri masih satu jenis dengan ercis (kadang-kadang dicampuradukkan) dan termasuk salah satu sayuran yang paling dini dikonsumsi manusia. Terdapat beberapa bukti budidaya di wilayah perbatasan Thailand dan Myanmar 12 ribu tahun yang lalu. Tumbuhan kapri, yang tumbuh baik di dataran tinggi, tumbuh merambat sehingga memerlukan penopang dalam budidayanya. Di Indonesia ia biasanya ditopang dengan tongkat-tongkat tipis dari bambu.
Ada dua tipe kapri yang agak berbeda meskipun keduanya dapat dimakan polongnya secara keseluruhan. Yang pertama adalah yang berbiji pipih dan dikenal sebagai snow pea (Kelompok budidaya axiphium). Tipe ini populer di Indonesia. Tipe yang kedua adalah yang berbiji bulat dan dikenal sebagai snap pea atau sugar snap pea (Kelompokmacrocarpum). Masakan yang menggunakan kapri kebanyakan adalah makanan dengan pengaruh Tiongkok, seperti nasi goreng.Capcay juga sering dilengkapi dengan kapri. Sayur kapri juga dapat ditumis atau menjadi salah satu bahan dari sup.
17. Kacang erci
Ercis, kacang ercis, atau kacang polong (Pisum sativum L., suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil sayuran berupa biji berwarna hijau. Ercis didatangkan oleh penjajah Belanda ke Indonesia karena sayuran ini populer di Eropa sebagai bagian dari salad atau sup. Nama "ercis" adalah pinjaman dari bahasa Belanda (erwtjes, "ercis kecil"). Biji ercis kaya karbohidrat serta protein dan cepat membuat kenyang ketika dimakan. Tumbuhan yang berasal dari Asia Kecil ini masih sejenis dengan kapri (seringkali dicampuradukkan penamaannya). Berbeda dengan kapri, ercis hanya dimakan bijinya dan hampir tidak pernah dimakan dengan polongnya seperti kapri. Sejak ribuan tahun lalu telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan namun sekarang penggunaannya lebih banyak sebagai sayuran atau pakan.
Dalam budidaya di Indonesia, ercis tumbuh baik di daerah pegunungan berhawa sejuk dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, pada suhu seperti di daerah asalnya. Kacang polong biasa dijual dalam bentuk segar (dengan polong) di pasar tradisional Eropa, namun sekarang banyak dijual dalam kemasan di pasar swalayan, baik dalam kaleng (dengan pemanasan), dikeringkan, maupun dibekukan. Pembekuan dianggap lebih baik karena mempertahankan kandungan gizi di dalam biji ercis.
Masakan di Indonesia yang banyak menggunakan ercis kebanyakan merupakan makanan dengan pengaruh Eropa serta Tiongkok. Sup ercis (erwtensoep dalam bahasa Belanda) merupakan sup yang memberikan sentuhan tempo doeloe bagi kalangan senior di Indonesia. Sejumlah salad juga menggunakan kacang ini. Masakan dengan pengaruh dari Cina selatan, seperti nasi goreng dan fuyonghai (masakan dari telur yang disajikan dengan saus tomat bersama dengan kacang polong) menggunakan kacang ercis sebagai pemberi aksen. Cara memasaknya biasanya dengan ditumis. Bijinya yang dikeringkan sering dijadikan makanan kecil di Malaysia, Thailand, dan Taiwan. Masakan Turki, Arab, serta Eropa Selatan juga banyak menggunakan ercis. Di Amerika Serikat ercis adalah sumber protein nabati populer dan sering menjadi makanan sehari-hari.







           



Tidak ada komentar:

Posting Komentar