Jumat, 22 April 2016

Beda Fondant dan Marzipan

Berbeda dengan tekstur buttercream dan royal icing, marzipan dan fondant bertekstur padat, stabil, dan luwes  dibentuk. Banyak versi tentang sejarah marzipan. Disebutkan bahwa bahan ini berasal dari dataran Mediterania. Pendapat lainnya, marzipan datang dari Spanyol. Yang jelas, marzipan sebagai kudapan manis sudah dikenal sejak awal abad ke-10.
   
Marzipan dibuat dari gula bubuk dan almond bubuk, yang diuleni dan ‘diikat’ dengan putih telur. Kini, banyak juga resep yang menggunakan sirop jagung atau glukosa sebagai pengganti putih telur. Meskipun memiliki rasa gurih almond, ada juga yang menambahkan perisa sehingga ada perbedaan rasa.

Tekstur marzipan padat, liat, serta elastis layaknya lilin mainan anak-anak. Karenanya, marzipan mudah digilas dan kerap digunakan untuk melapisi dan menghias cake.
   
Jika generasi terdahulu merasa canggih saat menggunakan marzipan pada dekorasi kuenya, beda dengan generasi terkini yang gemar menggunakan fondant.
Dekorasi berbahan utama gula bubuk yang dicampur bersama gelatin, glukosa, dan gliserin ini, kini lebih mudah ditemukan.
   
Berbagai tipe fondant hadir di pasaran, di antaranya rolled fondant. Teksturnya mirip marzipan. Tipe ini menjadi alternatif pengganti marzipan untuk melapisi cake bagi yang alergi kacang. Padat dan liat sehingga bisa diuleni, digilas, dan dibentuk sesuka hati. Rolled fondant sering kali digunakan untuk membuat patung atau ornamen sebagai hiasan cake, seperti  figur pengantin atau binatang.
   
Untuk membuat patung atau bunga berukuran besar, gum paste kerap digunakan menggantikan rolled fondant. Teksturnya serupa dan dapat digilas hingga tipis. Gum paste akan mengering sempurna sehingga patung atau bunga yang dibuat tidak akan berubah bentuk.
   
Ada juga poured fondant. Teksturnya encer sehingga bisa dituangkan ke atas kue. Saat mengering, poured fondant akan sempurna menutup seluruh permukaan cake. 



dikutip dari http://www.femina.co.id/tip-masak/a-fondant-dan-marzipan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar