Kamis, 07 Mei 2020

14 Cara Siasati Kesalahan Memasak



Selain pemilihan bahan berkualitas, pernahkah terpikir bahwa hasil akhir makanan yang tidak sempurna bisa disebabkan cara memasak yang salah. Nah gimana menyiasatinya?

1.    Rebus Pasta Dengan Minyak
Anda menambahkan minyak, margarin atau mentega saat merebus pasta? Hindari hal ini karena minyak dan lemak akan menutup serat pasta, sehingga saus tidak dapat melekat.
Pasta yang terselimuti minyak atau lemak menjadi tidak gurih dan menggumpal ketika dingin.

Untuk itu menyiasatinya, rebus pasta dalam air mendidih, tiriskan segera ketika pasta telah al dente (matang tapi masih kenyal). Campur pasta yang masih panas dengan saus, aduk. Pasta dan saus yang dicampurkan sesaat setelah dimasak akan lebih baik rasa dan teksturnya.

2.    Mengukur Bahan Kering Dengan Gelas Ukur
Menimbang bahan kering dengan cara memasukan dalam gelas ukur bisa berakibat fatal. Tanda gram dalam gelas ukur tidak dapat menjadi patokan.
Cara menyiasatinya, tetap gunakan timbangan untuk mengukur bahan kering. Ukuran yang tepat dalam penimbangan bahan terutama untuk kue dan cake menjadikan hasil yang baik.

3.    Melelehkan Mentega Beku Dalam Microwave
Lupakan melelehkan mentega dalam microwave, sebab akan leleh berlebihan. Solusinya, biarkan mentega meleleh dalam suhu ruang selama 30 sampai 45 menit atau hangatkan dengan api kecil. Setelah sebagian melelh, matikan api dan biarkan meleleh seluruhnya.
Ingat, jangan mengocok mentega terlalu lembut. Mentega yang terlalu lembut membuat kukis kehilangan bentuk saat dipanggang. Cake juga akan berpori besar, kasar dan rusak teksturnya jika pengocokan terlalu lama.

4.    Memanggang  Daging Dengan Suhu Rendah
Untuk mendapatkan daging panggang yang lembut, juicy dan kaya rasa idealnya daging direndam bumbu semalaman. Proses ini berguna untuk membuat daging cepat empuk ketika dipanggang.
            Namun jika anda tak punya banyak waktu, siapkan saja daging kemudian lumuri dengan bumbu perendam, bungkus plastik tebal, simpan dalam lemari es selama 45 – 60 menit.
            Usia proses perendaman, panggang daging dalam alat pemanggangan yang telah dipanaskan. Ingat, jangan memanggang dalam suhu rendah, sebab daging menjadi liat dan matang tak rata.

5.    Minyak Beku Untuk Memasak
Minyak atau lemak beku (margarin, mentega) diperlukan untuk menggoreng atau menumis. Tetapi bukan yang beku.
Minyak dan lemak beku akan terserap lebih banyak oleh bahan makanan. Selain itu proses mematangkan jadi lebih lama. Panaskan dahulu hingga mencapai suhu yang dibutuhkan. Setelahnya, baru masukkan bahan makanan.

6.    Merebus Telur Dalam Air Mendidih
Berharap telur lebih cepat matang, maka anda memasukkannya dalam air mendidih? Tapi yang terjadi telur meletus, sebagian putihnya terburai dan tampilan pun jadi jelek.
Solusinya, masukkan telur saat air masih pada suhu normal. Kemudian rebus di atas api sedang. Hasilnya telur matang dan cangkang pun mulus.
Namun bila terlanjur memasukkan telur dalam air panas atau mendidih, segera kecilkan api. Suhu akan turun perlahan, dengan begitu tidak semua telur rusak cangkangnya.

7.    Melelehkan Cokelat Dengan Suhu Tinggi
Cara terbaik melelehkan cokelat yaitu dengan mengetim. Serut cokelat dan tim di atas api kecil. Angkat sebelum benar – benar meleleh sambil diaduk hingga lembut.
Untuk mengetim sempurna, gunakan panci tim berukuran lebih besar dari panci air. Pastikan air panas dan mendidih, tapi jangan sampai seperti merebus. Itu akan merusak cokelat dan cokelat yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki.
Jika menggunakan microwave, lakukan dengan hati – hati, hentikan pemanasan setiap 20 hingga 30 detik untuk mengaduk – aduk cokelat.

8.    Memanaskan Susu Dengan Suhu Tinggi
Setiap jenis susu mempunyai karakteristik yang berbeda. Ada yang pecah dan menjadi kasar saat dipanaskan. Tetapi ada juga yang malah menjadi padat.
Solusinya, saat memasak atau memanaskan susu dan produk olahan susu, gunakan suhu maksimal 80 derajat celcius atau dibawahnya.
Ada tips mudah untuk menstabilkan susu, gunakan tepung jagung atau tepung terigu jika ingin mendidihkan susu dan mencegah pengentalan.

9.    Mengolah Daging Beku
Salah besar jika daging yang masih beku langsung dimasak. Bila anda memaksakan daging akan tampak matang bagian luar, namun mentah dibagian dalam.
Solusinya,  keluarkan daging dari lemari es, biarkan selama 15 sampai 30 menit hingga bersuhu ruang. Setelah es dalam daging mencair, baru dimasak sesuai kebutuhan.

10. Bumbu Berlebihan
Jangan membumbui bahan makanan sekaligus. Sebaiknya bubuhkan bumbu sedikit dulu saa, tambahkan nanti setelah bahan diolah lagi. Hal yang sama juga bisa diterapkan dalam bumbu pelapis.
Contoh saat menggunakan tepung pangko untuk melapisi ikan atau ayam. Taburi sedikit garam tambahan pada ikan atau ayam yang dibalut tepung agar rasa tetap terjaga.

11. Sering Membalik Makanan
Belajar memasak sendiri cukup sulit, selalu tergoda untuk membolak – blik atau mengaduk makanan yang dimasak. Sebaiknya jangan terlalu sering membalik makanan apalagi bila makanan tersebut berbalut tepung.
Biarkan sedikit berwarna cokelat, lalu balikkan. Terlalu sering dibalik membuat makanan tidak matang merata, balutan tepung rusak atau terlepas.

12. Terlalu Lama Merebus Sayuran
Bayam, sawi, brokoli, buncis dan sayuran hijau lain, akan menjadi kecokelatan dan layu saat direbus terlalu lama. Meskipun teksturnya lebih lunak, tapi sebagian vitaminnya hilang dan larut dalam air rebusan.
Nah, jaga sayuran rebus agar tetap hijau, renyah tetapi sudah matang. Caranya, rebus sebentar dalam air mendidih hanya sampai berubah warna saja. Setelah direbus, tiriskan lalu rendam dalam wadah berisi air es.
Hal ini kan menghentikan proses pemanansan yang masih berlangsung dalam sayuran.

13. Terburu – Buru Mematangkan Bawang Bombay
Penggunaan api besar dan waktu cepat akan menghasilkan bawang bombay yang cokelat, cenderung pahit dan renyah. Sehingga aromanya masih langu.
Jika anda menginginkan bawang bombaytumis dengan rasa tetap manis, seperti karamel dan terlihat creamy untuk disajikan bersama burger atau pizza. Masaklah bawang bombay dengan suhu rendah dan waktu yang cukup.

14. Menumpuk Kacang Saat Dipanggang
Sangat tidak disarankan memanaskan kacang dengan cara menyangrai atau memanggang langsung menggunakan wajan anti lengket.
Anda justru merusak tekstur kacang dan menggosongkannya. Kacang sangat sensitif terhadap panas dan mudah hangus hanya dalam beberapa menit.
Solusinya, sebarkan kacang dalam loyang secara merata, jangan bertumpuk – tumpuk atau terlalu banyak. Panggang hanya sebentar saja, agar kering dan sedikit cokelat pucat.


Dikutip dari
Tabloid Nyata Edisi IV Januari 2020 & V Januari 2020


           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar