Di dapur kita, orang Indonesia, memanggang (panggang), terkadang juga disebut bakar, cuma punya satu arti. Dimasak menggunakan bara atau panas api langsung yang menghasilkan efek karamelisasi, warna kecokelatan yang cantik, dan kering pada permukaan luar bahan makanannya. Kalau di dapur Barat, memanggang dengan teknik panas kering ini tidak hanya satu. Proses memanggang berbeda sesuai teknik, cara, alat, dan bahan yang diolahnya.
ROASTING
Teknik memanggang dengan menggunakan panas kering. Menggunakan api terbuka (spit-roasting), di dalam oven (oven-roasting), atau menggunakan sumber panas lainnya. Umumnya digunakan untuk daging atau unggas berukuran besar yang sudah dilumuri bumbu. Dipanggang perlahan secara berputar (atau rotisserie), hasilnya daging bertekstur lembut dan bumbu meresap sempurna.
Untuk: Kambing guling, kebab, whole roasted chicken.
GRILLING
Permukaan bahan makanan bersentuhan langsung dengan media panas berbahan bakar arang atau listrik/elektrik. Menggunakan alat berbahan stainless steel berbentuk datar atau bergerigi. Dengan teknik ini, bahan makanan lebih cepat matang dan beraroma khas. Ini merupakan cara alternatif memasak tanpa minyak. Kandungan lemak dan air dalam bahan yang dipanggang -terutama daging- akan menggantikan fungsi minyak. Umumnya digunakan untuk daging, unggas, seafood, dan sayuran. Jangan terlalu lama saat memanggang, karena bahan makanan menjadi kering (tidak terasa juicy). Agar lebih nikmat, lumuri garam dan rempah sebelumnya.
Untuk: Aneka steak, satai, dan barbekyu.
BAKING
Memanggang dengan panas dari segala arah, baik di dalam tempat tertutup maupun terbuka. Ada dua jenis: Konvensional, menggunakan tungku batu berbahan bakar kayu. Dan, modern, menggunakan oven listrik. Hasilnya sama, namun tungku batu yang menggunakan kayu akan memberikan efek aroma asap yang nikmat.
Untuk: Pastry, bakery, baked potato, dan baked rice.
GRATINATING
Atau gratin (baca: gratang, diserap dari bahasa Prancis). Sama seperti broiled, memanggang dengan menggunakan radiasi panas (listrik atau api) dimana sumber panas berada di atas makanan yang dipanggang. Tidak untuk membuat makanan menjadi matang, hanya sebatas memberikan efek warna kecokelatan pada permukaan makanan, seperti pada lapisan daging, ikan, unggas, dan sayuran yang akan dihidangkan. Selain itu, juga untuk membuat layu makanan, atau sekedar untuk melelehkan sebuah lapisan bahan makanan yang berada di permukaan sajian matang.
Untuk: Potatoes au gratin, casserol, dan crème brulee.
TOASTING
Hampir sama dengan gratinating, namun panasnya berada pada dua sisi permukaan dan diproses dalam waktu singkat. Tujuannya hanya untuk memberikan efek kecokelatan pada kedua sisi bahan makanan. Teknik ini menggunakan sumber panas dari radiasi panas konvensional, seperti lempengan baja, arang, atau api. Sementara yang modern, menggunakan aliran listrik.
Untuk: Roti bakar, crouton, bruschetta, dan almond atau kacang-kacangan.
"Karena Memasak Adalah Hak Semua Manusia" Mari Belajar, Menambah Ilmu dan Wawasan Tentang Kuliner
Tampilkan postingan dengan label Oven. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oven. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Oktober 2014
Perbedaan Microwave & Oven
Microwave
- Microwave yang digunakan sehari-hari atau lebih tepat jika disebut microwave oven, yakni oven yang menggunakan gelombang mikro.
- Prinsip kerjanya menggunakan gelombang mikro, melibatkan suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu oven. Perbedaannya bisa mencapai ± 50º C.
- Awalnya microwave hanya untuk menghangatkan makanan saja. Tapi seiring berjalannya waktu, ada beberapa jenis microwave yang bisa dipakai untuk mematangkan makanan, menggoreng, dan memanggang. Namun hasilnya tidak bisa renyah dan berwarna kecokelatan seperti hasil dari oven.
- Oven biasa yang sering dipakai memanggang kue adalah conventional oven conventional oven, yakni oven biasa yang memiliki elemen pemanas di dalamnya.
- Kini, ada yang lebih canggih bernama convection oven (oven konveksi). Sama dengan oven biasa tapi memiliki kipas di dalam rongga oven untuk mengalirkan udara panas.
- Adanya kipas membuat panas teralirkan secara konveksi melalui perantara udara yang bergerak merata ke dalam seluruh elemen pemanas oven. Jenis oven konveksi akan mematangkan makanan lebih cepat karena suhu konsisten.
- Prinsip kerjanya merubah energi gas atau listrik menjadi panas yang kemudian tersebar ke seluruh elemen pemanas di dalam oven.
- Sejak pertama kali ditemukan, fungsinya konsisten yakni mematangkan makanan.
Sabtu, 16 Agustus 2014
Kenali Alat: Oven Tangkring
kenapa disebut oven tangkring, ya
karena posisinya yang nangkring di atas kompor.
kompor apa aja bisa, dari kompor minyak tanah sampai oven gas. Mudah
di dapat di pasar tradisional, cukup handal menghasilkan aneka
jenis kue, bahkan untuk berjualan sekalipun.
karena gak ada thermostat dan timer
maka Dibutuhkan feeling dan komunikasi terus menerus dengan oven jenis ini.
maka Dibutuhkan feeling dan komunikasi terus menerus dengan oven jenis ini.
oven tangkring menjadi pilihan nomer
satu untuk para pemula,
bahkan para expert pun kadang masih simpen oven tangkring sebagai senjata pamungkas.
Karena bila berhasil menaklukkan oven tangkring,
oven jenis lain pun akan mudah ditaklukkan.
bahkan para expert pun kadang masih simpen oven tangkring sebagai senjata pamungkas.
Karena bila berhasil menaklukkan oven tangkring,
oven jenis lain pun akan mudah ditaklukkan.
tips memilih ovent tangkring adalah
:
1. Pilih oven yang stabil bila di
“tangkring”kan diatas kompor
2. Terbuat dari material yang bagus,
berstruktur kokoh, dan tidak mengandung cat.
3. Apabila saat di”tangkring”kan
dirasa terlalu dekat kompor dan oven dan ditakutkan sirkulasi udara tidak
begitu baik,
4. letakkan batu bata sebagai
pengganjal di kanan kiri tungku.
5. Tambahkan pasir secukupnya di rak
bagian bawah untuk membantupanas lebih merata sehingga kue matang merata.
Langganan:
Postingan (Atom)