Tampilkan postingan dengan label Kue Kering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kue Kering. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2020

14 Trik Sukses Bikin Kue



Pernahkah mengalami kejadian lapisan atas cake buatan anda tidak rata? Kukis terlalu melebar saat dipanggang? Hal itu tidak akan terjadi lagi, karena kami punya trik mengatasinya. Ini dia:

1.    Loyang Warna Terang

Pilih loyang warna terang untuk memanggang cake, terutama cake vanila. Jangan gunakan loyang dengan lapisan anti lengket hitam pekat. Loyang berwarna gelap menyerap lebih banyak panas. Sehingga adonan cepat panas dan gosong. Jika terpaksa menggunakan loyang berwarna gelap atau hitam, turunkan suhu panggang sekitar lima derajat celcius.

2.    Membungkus Cake

Permukaan cake mengembang pecah dan tidak rata sehingga harus dipotong? Lupakan hal itu, sayang jika ada bagian bagian cake yang dibuang. Dua trik ini akan menyelesaikan.

Pertama, bungkus loyang menggunakan handuk kue yang bersih untuk meredam panasnya. Kedua balikkan dan tekan perlahan cake. Lakukan selama beberapa saat sampai permukaan cake rata. Tak perlu membuang cake bukan?

3.    Motif Renda                                                                       

Butuh sedikit kreatifitas untuk membuat tampilan kue lebih menarik tetapi tidak ribet. Gunting sedikit motif renda dari kain. Pastikan kain bersih ya. Letakkan renda diatas kue, taburi gula halus atau bahan hiasan lain. Angkat renda dan lihatlah. Kue jadi cantik dalam sekejap.

4.    Gunakan Tusuk Gigi

Ingin menghias permukaan dengan tulisan tapi taku tidak rapi? Manfaatkan tusuk gigi untuk membuat pola lebih dahulu. Seteah itu semprotkan bahan hiasan diatas pola. Rapi dan cepat, seperti tukang kue profesional.

5.    Jepit Makanan

Kreatif itu perlu. Tak butuh alat khusus untuk membuat pinggiran pai lebih menarik. Jepit kue atau garpu juga ujung sendok bisa dimanfaatkan untuk merapikan bagian ini agar tampil lebih menarik.

6.    Krim Lebih Bervolume

Whipped cream atau mentega putih kocok siap pakai, merupakan pilihan praktis untuk menutup permukaan cake, kue dan cupcake. Jangan lupa untuk tetap mengocok ulang bahan ini agar lembut, bervolume dan mudah digunakan. Cukup kocok menggunakan mixer berkecepatan tinggi selama lima hingga tujuh menit sebelum digunakan.

7.    Gunakan Hair Dryer

Pernahkan bertanya – tanya bagaimana lapisan ganache halus dan mengkilap? Manfaatkan hair dryer untuk melakukan keajaiban ini. Sembari anda meratakan ganache menutupi cake, arahkan panas hair dryer untuk merapikan sekaligus membuat ganache mengkilap.

8.    Melumerkan Selai

Selai cokelat, keju dan selai buah siap pakai untuk menghias cake atau kue memang praktis. Tapi cek dulu teksturnya. Campurkan sedikit susu cair atau minya sayur untuk memperkaya rasa selai sekaligus membuat tekstur selai lebih lembut dan mudah dioleskan pada permukaan cake dan kue. Coba saja.

9.    Melunakkan Mentega

Lunakkan mentega dengan cara menuangkan air panas dalam gelas. Setelah itu buang air panas, gunakan gelas untuk menutupi mentega. Jika anda perlu memasukkan mentega dingin kedalam adonan pastry, triknya adalah memarut lembut mentega lebih dulu. Dengan begitu akan mudah hancur dan bercampur dengan adonan.

10. Roti Tawar Pelembab Cake

Cake yang tidak langsung dihias atau dilapisi krim, permukaan serta bagian luarnyamenjadi keras dan kering. Jaga kelembapan cake dengan meletakan selembar potong roti tawar diatasnya. Dengan cara ini, cake tetap lembut serta lembab meski semalaman anda biarkan.

11. Tepat Pilih Gula

Setiap orang memiliki ide yang berbeda tentang kesempurnaan kukis. Ada yang suka kukis empuk, renyah atau kukis yang lumer dimulut. Kunci untuk mendapatkan kukis yang anda inginkan adalah penggunaan jenis gula.

Jika ingin kukis padat tapi empuk, pilih gula bubuk. Untuk kukis yang langsung lumer dimulut pilih gula pasir butiran lembut. Kukis yang renyah dan seikit mekar, pilih gula palem atau gula pasir butiran kasar.

12. Gunakan Cetakan Kukis Kecil

Agar pinggiran pai tetap cantik anda bisa memanfaatkan penjepit makanan, ujung sendok atau garpu. Tapi bagaimana dengan penutup pai? Gunakan cetakkan kukis ukuran kecil dengan beragam bentuk untuk menutup sempurna, tampilan pai juga lebih cantik.

13. Manfaatkan Air Hangat

Dapatkan hasil akhir  frosting (lapisan krim penutup cake) yang sempurna denga cara selalu mencelupkan pisau atau solet kedalam air panas sebelum digunakan untuk merapikan bahan frosting (butter cream, ganache dan lain – lain). Panas yang mengalir dalam solet akan membuat frosting lebih mudah dibentuk dan dirapikan.

14. Krim Kocok Lebih Lembut

Untuk membuat krim kocok yang lembut, tuangkan krim cair dalam wadah. Letakkan diatas loyang berisi es batu serut, kemudian kocok hingga kaku dan lembut. Suhu dingin membuat krim lebih cepat mengental, padat dan lembut.

 

 

Dikutip dari Tabloid Nyata Edisi II Februari & III Februari 2020


Senin, 04 Mei 2020

Rupa – Rupa Tepung Dalam Makanan


sumber foto: https://www.pngdownload.id/png-rbfsb7/

Ada puluhan jenis tepung yang digunakan dalam pengolahan makanan. Tetapi hanya beberapa yang umum digunakan disini. Apa saja?

1.    Beras
Ada dua varian tepung beras, tepung beras putih (terbuat dari beras putih) dan tepung beras merah (terbuat dari beras merah). Tekstur tidak seliat tepung ketan saat dicampur dengan air. Tepung merah lebih wangi dan lebih manis dibanding tepung putih. Kedua digunakan untuk pembuatan kue tradisional seperti serabi, aneka bubur, kue lapis, nagasari, rempeyek dan banyak lainnya. Tepung beras juga menjadi bahan baku pembuatan bihun.

2.    Ketan
ada  dua jenis tepung ketan, yaitu ketan hitam dan putih. Tepung ini memiliki sifat liat dan kenyal. Ketika di encerkan akan cepat mengental. Biasanya digunakan sebagai bahan dasar panganan tradisional bertekstur liat dan lengket seperti dodol, jenang, onde – onde, klepon, biji salak, opak, kue bugis dan kue lainnya.

3.    Hunkue
Terbuat dari sari pati kacang hijau. Teksturnya lebih kasar dari terigu. Warnanya putih kusam, aromanya wangi. Saat dicampur dengan akan menghasilkan adonan yang lembut, lentur dan kenyal. Biasanya digunakan untuk membuat cendol, puding, kue lapis, kue pisang atau es gabus.

4.    Terigu
Tepung terigu paling banyak digunakan dalam pengolahan makanan. Terbuat dari biji gandum yang sudah dibuang kulit arinya. Teksturnya halus, elastisitasnya juga tinggi. Jenis tepung terigu ada tiga
·         Terigu Protein Tinggi, kadar proteinnya 11 – 14%. Cocok untuk olahan bertekstur elastis dan tidak mudah rusak seperti mie, roti, pasta, donat dan puff pastry.
·         Terigu Protein Sedang, kadar proteinnya 8 – 10%. Biasanya digunakan untuk membuat kerangka adonan bertekstur lebut tapi mengembang seperti gorengan, kue tradisional dan aneka cake.
·         Terigu Protein Rendah, kadar proteinnya 7 – 8%. Digunakan untuk panganan yang renyah dan mudah lumer, seperti gorengan, kukis, pai dn short bread.

5.    Sagu
Terbuat dari bagian tengah pohon sagu atau aren membuat tekstur tepungnya kasar seperti berpasir dan kecoklatan. Tepung sagu digunakan untuk pembuatan bubur, pempek, kue bika ambon, kue bagea (kue kering khas ambon) dan kue sagu tentunya.

6.    Singkong
Tapioka atau tepung kanji adalah sebutan lainnya teksturnya ringan, kesat, dan melekat ditangan. Dibuat dari pati singkong yang nyaris tidak memiliki kandungan protein. Sifatnya kental dan lengket jika dipanaskas. Cocok untuk cilok, pempek dan batagor. Bisa juga digunakan sebagai bahan tambahan bakso. Ada juga yang menggunakan sebagai pengental tumisan.

7.    Jagung
Tepung jagung ada dua jenis. Pertama tepung sari pati jagung (cornstarch) yang digunakan sebagai pengental sup dan saus. Ditambahkan juga dalam adonan kukis atau tepung gorengan, supaya renyah tahan lama. Pada sponge cakedan puding memberikan efek lembut.
Tepung jagung populer dengan nama maizena. Teksturnya mirip terigu namun warnanya lebuh pucat dan keruh.
Kedua tepung jagung atau biasa disebut corn flour atau polenta. Bentuknya butiran kasar berwarna orange khas jagung. Biasa digunakan untuk campuran cake, pancake, taburan atau balutan roti, serta untuk campuran salad sayuran. Corndog adalah salah satu kudapan bebahan tepung jagung yang populer.

untuk gambar jenis tepung silahkan searching sendiri di google image, terimakasih.

Dikutip dari Tabloid Nyata Edisi IV Januari 2020

Jumat, 22 April 2016

Tips: Mewarnai dan Menangani Icing


Walau sedikit, penambahan pewarna makanan memengaruhi tampilan icing agar cake menjadi lebih harmonis. Teteskan sedikit pewarna menggunakan ujung tusuk gigi. Aduk rata hingga didapat warna yang diinginkan. Selalu gunakan tusuk gigi baru saat menggunakan warna lain.

Intensitas warna tiap icing tidak akan sama, meski ditambahkan jumlah pewarna yang sama. Pada buttercream, kepekatan warna akan bertambah setelah 1-2 jam diberi pewarna. Sedangkan pada royal icing dibutuhkan pewarna dalam jumlah yang lebih banyak 

dibandingkan pada buttercream untuk mendapatkan warna serupa.

Pastikan mewarnai icing sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Jika icing yang sudah diwarnai habis, Anda akan kesulitan mendapatkan icing dengan  warna yang serupa. Untuk fondant, teteskan pada beberapa titik. Uleni adonan fondant hingga warnanya rata
Tip Menangani Icing
  • Saat mengoles buttercream atau royal icing, usahakan spatula tidak menyentuh permukaan cake. Letakkan icing di bagian tengah, ratakan hingga bagian pinggirnya. Begitu pula dengan bagian samping, oles hingga merata.
  • Untuk memperhalus icing, masukkan spatula dalam air panas, bersihkan hingga kering, lalu sapukan ke seluruh permukaan icing. Agar icing mudah teroles rata, tambahkan 3-4 sendok makan sirop jagung ke dalam adonan icing.
  • Untuk membuat hiasan, masukkan icing ke dalam piping bag hingga ½ atau ? bagian. Jika terlalu penuh, icing bisa membeludak. Untuk memastikan tidak ada udara yang terjebak, lakukan burping, yakni tekan piping bag hingga icing keluar sedikit.
  • Saat menggilas fondant atau marzipan, taburi permukaan alas dan rolling pin dengan gula bubuk atau tepung maizena agar tidak lengket. Angkat fondant dengan rolling pin, letakkan di atas cake, ratakan. Untuk hasil maksimal, gunakan fondant smoother. 

dikutip dari http://www.femina.co.id/tip-masak/arnai-dan-menangani-icing




Selasa, 06 Januari 2015

All About Cookies

A. History of Cookies
—Cookie-seperti wafer keras telah ada selama kue didokumentasikan, sebagian karena cookies menghadapi perjalanan  waktu yang sangat baik, tapi cookies saat itu biasanya tidak cukup manis untuk dipertimbangkan dengan standar modern.
—Cookies tampaknya memiliki asal-usul di abad ke-7 (Persia), tak lama setelah penggunaan gula menjadi relatif umum di wilayah tersebut. Cookies menyebar keEropa melalui penaklukan Muslim di Spanyol. Pada abad ke-14, cookies umum  dikonsumsi di semua lapisan masyarakat, di seluruh Eropa, dari masakan kerajaan sampe war pinggiran.
—Dengan perjalanan global menjadi meluas pada waktu itu, cookies terus berkembang, setara modern dari makanan digunakan sepanjang sejarah. Salah satu cookies pertama yang paling populer, yang dikenal terutama dengan baik dan dikenal di setiap benua dengan nama yang mirip, adalah campuran dari semua bahan, cookie relatif sulit dibuat sebagian besar dari kacang-kacangan, pemanis, dan air. Cookies datang ke Amerika di pemukiman Inggris awal (abad 17), meskipun nama “koekje” berasal dari Belanda. Hal ini menjadikan Inggris menyebutnya dengan “cookie” atau yg tercinta. Di antara cookie populer Amerika adalah, macaroon kue jahe, dan jumbles saja dari berbagai jenis. Cookie modern yang paling umum, diberikan gaya oleh creaming mentega dan gula, cara ini tidak umum sampai abad ke-18.
B. Kind of Cookies
Cookies luas diklasifikasikan menurut bagaimana mereka terbentuk, termasuk kelompok berikut ini:
  • Drop Cookies terbuat dari adonan yang relatif lunak yang dijatuhkan dengan sendok keloyang. Selama memanggang, gundukan adonan menyebar dan merata. Chocolate chip cookie (Tol House cookie), outmeal ( oatmeal raisin) cookies dan rock cookie adalah contoh populer dari cookie drop.
  • Refrigerator cookie juga dikenal sebagai ice box cookie ) yang dibuat dari adonan kaku yang didinginkan untuk menjadi lebih kaku. Adonan biasanya dibentuk menjadi silinder yang diiris menjadi kue bundar sebelum dipanggang. Cookie Pinwheel mewakili contoh dari jenis ini.
  • Molded cookies juga terbuat dari adonan kaku yang dibentuk menjadi bola atau bentuk cookie dengan tangan sebelum dipanggang. Snickerdoodles dan peanut butter cookies adalah contoh cookie dalam kelompok ini.
  • Rolled Cookie terbuat dari adonan kaku yang diguling-gulingkan dan dipotong menjadi bentuk dengan cookie cutter. Gingerbread  men adalah contoh dari kelompok ini.
  • Pressed Cookie yang dibuat dari adonan lembut yang diekstrusi dari pres cookie ke dalam berbagai bentuk dekorasi sebelum dipanggang. Spritzgebäck adalah contoh cookie ini.
  • Bar Cookie terdiri dari adonan atau bahan lain yang dituangkan atau ditekan ke dalam panci (kadang-kadang dalam beberapa lapisan), dan dipotong menjadi potongan seukuran kue setelah dipanggang. Di Inggris Bahasa Inggris, bar cookie dikenal sebagai “tray bakes”. Contohnya termasuk browniesdan fruit squaresdate squares.
  • Sandwich Cookie digulung atau ditekan, cookie yang dibikin sebagai sandwich dengan isi yang manis. Isi biasanya berupa marshmallow, selai, dan icing. Oreo Cookie,terbuat dari dua coklat cookie dengan isi icing vanili adalah contohnya.
Cookie juga dapat dihias dengan icing, terutama cokelat, dan sangat mirip dengan kembang gula.

C. Basic Ingredient of Cookies
TIGA UNSUR UTAMA hadir di hampir setiap jenis cookie adalah tepung terigu, gula,dan lemak, tetapi Anda akan melihat bahan lain seperti leaveners, telur, cairan, seperti susu, mungkin beberapa cokelat, kelapa, rempah-rempah atau kacang. Seperti dalam semua area lain dari baking, menggunakan bahan yang fresh, bahan-bahan berkualitas tinggi sangat penting bagi keberhasilan.
Wheat flour: Jenis tepung menentukan struktur cookie, dan merupakan bahan pengikat utama. Setiap jenis tepung memiliki profil protein individu hampir secara eksklusif cocok untuk keperluan tertentu. Semua kegunaan tepung umumnya digunakan dalam resep kue, tetapi jenis wheat flour lainnya juga harus di perhatikan juga. Penambahan atau substitusi dari flour lain, seperti bread atau cake flour kadang-kadang ditambahkan untuk mendapatkan hasil yang berbeda dalam resep. Misalnya, bread flour bisa digunakan sebagai pengganti wheat flour, yang dapat menyerap lebih banyak cairan karena kandungan protein yang lebih tinggi, uap air akan lebih banyak tinggal di cookie dan akan chewier. Mengganti beberapa sendok makan wheat flour dengan cake flour akan memberikan cookie lebih empuk. Namun, setiap resep kue berbeda dan hasil yang sukses tidak dapat ditentukan.
Sweeteners: Beberapa bentuk gula digunakan dalam semua resep kue. Ini adalah agen  pengempuk, menambahkan rasa manis dan mempengaruhi penyebaran cookie. Granulated sugar atau brown sugar sering digunakan dalam cookie, tetapi honey, molasses, scorn syrup dan gula lainnya dapat digunakan, kadang-kadang dalam kombinasi.
Fats: seperti butter dan margarine, lard (lemak babi) dan shortening, semua memiliki kegunaan di dunia pastry & bakery. Mereka melapisi gluten flour, beberapa lebih baik dari yang lain dan mencegah cookie dari menjadi sulit ketika dibasahi dan diaduk. Lebih baik menggunakan butter murni (tawar)  karena bisa menambah rasa terbaik untuk resep cookie.
Egg: Gunakan hanya telur segar dan tidak perlu berada pada suhu kamar. Jika resep tersebut hanya ditulis dengan “telur”, gunakan telur yang besar , yang memiliki volume sekitar 1/4 cup(50 gram) masing-masing. Cairan dari telur membentuk uap dan terjebak dalam cookie. Selain itu, telur mengemulsi adonan, membawa air dan fase lemak bersama dalam sebuah resep untuk tekstur, creamier halus. Di sisi lain, putih telur memiliki efek pengeringan dan tetapi juga berkontribusi terhadap struktur atau bentuk cookie.
Liquids
Cairan sangat penting untuk resep  cookie, tetapi biasanya digunakan  sangat sedikit. Ketika wheat flour dibasahi dan diaduk, gluten terbentuk dari protein ini. Gluten membentuk struktur cookie, tetapi gluten juga memiliki efek ketangguhan. Fats ,seperti butter dan shortening, memberikan efek cookie empuk. Jika Anda menambahkan terlalu banyak cairan, seperti susu atau air, adonan cookie Anda akan menjadi seperti adonan pancake sangat tebal yang tidak akan dipanggang seperti adonan cookie.
Dairy: Kecuali membuat resep rendah lemak atau lemak yang sedikit, pilih susu dengan lemak tinggi. Selalu gunakan cream cheese dan bukan variasinya.
Leaveners: Baking soda dan baking powder adalah leaveners klasik dalam resep kue, tapi putih telur yang dikocok dapat ditemukan juga. Digunakan bersama-sama dan secara terpisah, komponen ini mempengaruhi pengembangan adonan untuk beberapa derajat (baking powder), tetapi juga mempengaruhi warna cookie (baking soda).
Flavorings: Kakao, kacang, ekstrak, dan perasa lainnya, semua berkontribusi terhadap karakter dan rasa dari cookie. Disarankan  hanya menggunakan vanili ekstrak murni, jangan menggunakan imitasi, meskipun Anda dapat membeli berliter-liter barang imitasi untuk harga satu botol vanili murni, – simpan dalam lemari penyimpanan gelap dan sejuk. Rasa vanili imitasi segera terdeteksi, dan berlebihan jika adonan atau kue dibekukan. Sentuhan ekstrak almond dalam resep sugar cookie biasa (menambahkan sekitar satu sendok teh 1/2 pada saat  yang sama Anda menambahkan telur ke adonan), atau sejumput kapulaga atau apel (tambahkan 1/2 sendok teh kapulaga bersama dengan rempah-rempah lainnya) membuat perbedaan yang halus namun signifikan.

D.10 Basic Steps to Making Great Cookies
—Gunakan bahan yang baik. Tidak mungkin untuk menghasilkan produk kelas satu dengan bahan kelas dua . Misalnya, gunakan butter bukan margarine. Begitu banyak produk margarine saat ini mengandung sejumlah besar air. Ini tidak akan menghasilkan cookie yang baik. Lupakan menghitung kalori dan lemak saat memanggang cookie. Berkonsentrasi pada produk yang baik dan tidak lebih memanjakan diri pada produk jadi.
Gunakan peralatan masak yang baik. Misalnya, berinvestasi dalam beberapa loyang yang baik. Loyang yang baik akan membantu Anda menghasilkan sebuah cookie yang lebih baik.
Gunakan gelas ukur standar. Gunakan gelas  ukur kaca untuk mengukur cairan. Anda akan dapat melihat baris dengan mudah dan bahan-bahan tidak akan  salah dalam mengukur. Gunakan gelas ukur bersarang untuk mengukur bahan kering. Bahan kering harus diukur ke tepi cup. Dan menggunakan ukuran yang tepat.Jangan mengukur apa yang tampaknya menjadi setengah cup dalam ukuran satu gelas. Keluar ukuran cup satu-setengah.
Gunakan sendok ukur standar. Jangan ambil “sendok teh” dari laci Anda untuk mengukur suatu bahan. Keluarkan sendok ukur dan lakukan dengan benar. Sendok  teh yang datang dengan set perak Anda tidak akan mengukur sendok teh akurat untuk resep. Dan seperti cup, gunakan ukuran yang tepat. Jangan menebak setengah sendok teh dalam ukuran sendok teh.
Gunakan loyang  atau cetakan yang tepat. Logam mengkilap menyerap panas lebih sedikit dibandingkan logam gelap. Logam gelap dapat menyebabkan cookie Anda ke lebih coklat pada bagian bawah, sehingga logam mengkilap yang terbaik jika Anda ingin menghasilkan cookie halus kecoklatan. Sangatlah  penting untuk menggunakan loyang berukuran tepat yang disebut dalam resep. Jika Anda memiliki anggaran terbatas dan hanya mampu satu atau dua loyang atau cetakan berkualitas.
Pentingnya peralatan. Untuk membuat cookie Anda lebih mudah dan lebih efisien, membantu Anda untuk membeli produk jadi yang lebih baik, ada beberapa peralatan lain yang harus ada di tangan. Jika anggaran Anda terbatas, membeli peralatan yang Anda gunakan paling sering (untuk keperluan lain juga) dan menambahkan sisanya secara bertahap. (Petunjuk:. Ketika keluarga dan teman-teman menanyakan apa yang anda inginkan sebagai hadiah untuk liburan atau ulang tahun, lebih baik barang berkualitas sebagai hadiah) Beberapa item adalah: 1 set wooden spatula untuk creaming butter dan sugar bersama-sama, slotted sendok untuk pencampuran efisien bahan yang perlu dicampur dengan tangan, baik set karet atau silikon atau spatula, pisau tajam, baik set cetakan cookie, satu set mangkuk pencampuran berat dengan dasarbulat, gelas besar pencampur, rak kualitas pendinginan, dan rolling pin yang baik.
Baca resep dengan seksama sebelum memulai proses pencampuran. Anda tidak ingin untuk memulai dan sadar bahwa  ada bahan yang kurang. Ini juga akan membiarkan Anda mengetahui metode dasar tertentu mencampur resep ini sehingga Anda dapat memiliki peralatan yang tepat ditata.
Panaskan oven. Sebelum Anda menempatkan cookie dalam oven, oven harus berada pada suhu yang tepat.
Perhatikan waktu memanggang Anda untuk menghindari over-cooked cookie atau underbaked. Selalu periksa cookie pada saat memanggang minimum yang diberikan dalam resep, maka anda dapat memanggang mereka lebih lama jika diperlukan. Sebuah cookie overbaked bukan cookie yang baik.
Jangan pernah menggantikan bahan kecuali resep memberikan petunjuk untuk melakukannya atau Anda mengenal dengan baik resep dan tahu persis apa yang Anda lakukan.

E. Cookie Troubleshooting Guide
Too dark: Cookie yang berwarna terlalu gelap sering karena over cooked. Hal ini dapat disebabkan oleh oven yang terlalu  panas. Untuk mengatasi masalah ini, periksa cookie 5-10 menit sebelum waktu memanggang yang disarankan. Jika tepi luar cookie Anda terlalu gelap namun bagian tengah berada di bawah api, coba turunkan suhu oven sebesar 25 derajat Fahrenheit. Hal ini akan memanggang cookie lebih lambat dan memungkinkan bagian tengah untuk masak sebelum tepi menjadi matang.
Terlalu Pale: Masalah ini disebabkan oleh faktor kebalikan dari memanggang cookies yang too dark.Coba tingkatkan waktu memanggang atau tingkatkan suhu pembakaran sebesar 25 derajat. Setiap oven mempunyai karakteristik berbeda dan waktu memanggang yang disarankan dan suhu tidak mungkin optimal untuk oven Anda.
Too dry and crumbly: Cookie yang gembur dan tidak menghasilkan bentuk yang paling sering karena over cooked atau penambahkan tepung terlalu banyak, akan mengurangi jumlah uap air di cookie. Tanpa rasio kelembaban tepat, cookie tidak akan dapat terus bersama-sama.
Too doughy: Adonan cookie mungkin merupakan hasil dari pemanggangan yang kurang matang, yang mencegah kelembaban yang cukup dari menguap. Jika Anda menemukan tepi cookie sepenuhnya sudah matang tetapi bagian tengah masih terlalu pucat, kurangi suhu pembakaran dan tingkatkan waktu baking.
Too tough: Cookie yang terlalu keras yang paling sering hasil dari over mixed dough. Over mixed dough memungkinkan  gluten untuk terbentuk, yang akan membuat adonan, sangat sulit kenyal. Selama memanggang juga dapat kadang-kadang menyebabkan cookie keras karena kelembaban terlalu banyak menguap selama baking.
Uneven shape: Cookie tidak rata biasanya hasil dari suhu yang tidak rata. Ini bisa berarti bahwa adonan cookie ditempatkan dalam oven panas dan satu bagian cookie memanas lebih cepat dari yang lain. Atau, adonan cookie diletakkan di atas loyang panas (ketika beberapa batch cookie), yang lagi-lagi akan menyebabkan beberapa bagian cookie untuk panas lebih cepat dari yang lain. Kurang masak kadang-kadang juga menyebabkan bentuk tidak rata dan belum sepenuhnya menyebar.
Excees spread: Jika cookie jauh lebih besar dan lebih datar daripada yang diinginkan, hal ini bisa disebabkan menempatkan adonan cookie di atas loyang panas. Hal ini menyebabkan cookie panas lebih cepat daripada jikaditempatkan di atas loyang dingin dan kemudian ditempatkan dalam oven panas. Demikian juga, over baking juga akan mengurangi penyebaran. Bahan tertentu juga menyebabkan penyebaran meningkat, seperti butter, sugar, dan all purpose flour.

Selasa, 18 November 2014

Tips Bahan Pengganti Kue Yang Mudah Ditemukan di Rumah

Seringkali saat akan baking mendadak membaca resep ada bahan yang belum terbeli. Waduh, bagaimana nih kalau bahannya tidak ada?
Atau bahan yang tertera ternyata harganya mahal dan sulit dicari, harus diganti dengan apa ya?
Dilansir About.com, berikut adalah bahan-bahan yang bisa diganti dengan bahan lain dalam dunia baking.
Baking powder single acting
Dapat diganti dengan 1/4 sdt baking soda dan 1/2 sdt cream of tartar serta 1/4 sdt tepung kanji
Baking powder double acting
Dapat diganti dengan 1 1/4 sdt baking soda, 1/2 sdt cream of tartar, dan 1/4 sdt tepung kanji
Baking soda (1/2 sdt)
Dapat diganti dengan 2 sdy baking powder double acting
Buttermilk (240 ml)
Dapat diganti dengan 1 sdm jeruk nipis atau cuka yang dicampur dengan 240 susu segar dan dikocok menggunakan mixer selama 5-10
Cake flour (130 gram)
Dapat diganti dengan 105 gram tepung terigu protein sedang dan 30 gram tepung kanji
Cream of tartar (1/2 sdt)
Dapat diganti dengan 1/2 sdt cuka atau sari jeruk nipis
Self rising flour (140 gram)
Dapat diganti dengan 140 gram tepung terigu protein sedang, 1 1/2 sdt baking powder dan 1/4 sdt garam
Sour cream (225 gram)
Dapat diganti dengan 1 sdm cuka, dan 240 ml susu cair
Mudah dan selalu bisa ditemukan di dapur Anda bukan? Selamat mencoba.