Kamis, 14 Mei 2020

Apa Sih Kelebihan Peralatan Enamel?



Enamel atau Percelain Enamel merupakan bahan anti gores dan anti lengket yang dilapiskan pada logam atau besi. Fungsinya untuk memperoteksi permukaan barang dari kerusakan, memperbaiki kualitas dan sekaligus mempercantik tampilan. Enamel merupakan material yang bagus untuk pelapis berbagai peralatan rumahtangga.

Meskipun faktanya penggunaan enamel sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tapi kinin, enamel kembali di aplikasikan pada perabotan dapur generasi terbaru. Tampilannya semakin menarik, variannya juga beragam.

Dibanding besi atau stainless steel, peralatan enamel memiliki lebih banyak keunggulan. Apa saja kelebihannya?

v Kelebihan

·         Anti Gores

Lapisan enamel lebih kokoh, anti lengket dan anti gores. Tak perlu spatula kayu atau silicon untuk mengadduk agar tidak tergores.

·         Tidak Meninggalkan Bekas

Khusus enamel berjenis marble tahan terhadap kontaminasi warna, sehingga tak khawatir tertinggal bekas kunyit, paparan air teh terus menerus hingga bekas kerak bahan.

·         Non Toxic

Peralatan berbahan dasar enamel bersifat non toxic sehingga sudah pasti aman digunakan untuk mengolah bahan makanan. Tak perlu khawatir terjadi kontaminasi dengan bahan makanan.

·         Tahan Suhu Tinggi

Alat ini tahan terhadap suhu tinggi hingga 200 derajat celcius. Bisa dindalkan untuk membuat masakan berkuah atau yang butuh waktu matang lama seperti gudeg. Bahkan beberapa kasus menunjukan alat masak enamel lebih tahan api dibanding teflon.

·         Panas Merata

Panas alat masak enamel cepat merata, jadi gorengan atau panggangan matang merata dan bersamaan.

·         Mudah Dibersihkan

Alat berbahan enamel juga sangat mudah dibersihkan. Sesaat setelah digunakan, anda hanya perlu mengelap spon atau busa, praktiskan. Peralatan enamel juga aman dibersihkan menggunakan mesin pencuci piring.

·         Modelnya Kekinian

Selain alat masak, ada juga alat persiapan memasak dan piranti makan berbahan enamel. Peralatan enamel bahkan sering dianggap sebagai barang mewah karena presentasinya elegan, warnanya cerah dan motifnya beragam.

·         Tahan Lama

Peralatan masak enamel tahan lama dan kuat. Sehingga anda bisa berhemat untuk tidak sering membeli yang baru.

v Kekurangan

·         Berat

Alat masak enamel lebih berat dibanding alat sejenis lain. Kecuali untuk alat makan hampur sama beratnya.

·         Lambat panas

Karakteristik konduktivitas termal alat masak enamel rendah. Sehingga agak lama untuk membuat alat ini panas ketika akan digunakan.

·         Mudah Terkelupas

Musuh utama peralatan enamel adalah karat. Karat akan muncul jika lapisan enamel terkelupas akibat tergores atau jatuh. Hindari gesekan! Meski kuat enamel mudah terkelupas karena gesekan dengan alat berbahan logam.

·         Licin

Lapisan enamel sangat halus. Hati – hati saat mengaduk langsung diatas alat ini. Pegang gagang panci atau wajan sehingga tak khawatir panci ‘lari’ dari atas kompor.

 

v Merawat

Bagaimana cara merawat alat masak berlapis enamel agar lebih awet?

1.    Hindarkan dari benturan dengan barang berbahan besi dan jangan sampai terjatuh.

2.    Jangan gunakan plastik keras atau wol baja karena bisa mengikis lapisan enamel.

3.    Biarkan alat masak dingin dulu, baru dicuci.

4.    Jangan gunakan sabun berbahan dasar jeruk, karena membuat permukaan luar kusam.

5.    Setelah dicuci, lap hingga benar – benar kering. Air yang tersisa di sela –sela alat mudah menimbulkan karat.

6.    Gantung dirak piring yang bagian bawahnya terdapat lubang angin dan peniris air. Jangan lupa, simpan di tempat yang kering ya!

7.    Untuk noda membandel, rendam dulu campuran detergen dan air hangat. Biarkan beberapa menit, lalu cuci seperti biasa.

8.    Anada juga bisa menempelkan pasta baking soda selama beberapa menit untuk menghilangkan kerak.

 

Dikutip dari Tabloid Nyata Edisi III Maret 2020

 


Jumat, 08 Mei 2020

Trik Tepat Kupas & Iris Buah


Untuk mendapatkan kupasan serta irisan buah yang cantik, berikut ini trik tepat dan cepat tentunya.
1.    Delima

Mendapatkan bulir delima utuh kelihatannya susah, karena bulir menempel kuat dikulit. Cara mudah mengupas dan memotong agar semua biji utuh adalah dengan mengupas sebagian ujung dan pangkal kulitnya. Kemudian retakkan dan keruk bulir delima menggunakan sendok makan.

2.    Persik atau Nectarine

Mencoba mengupas buah persik dengan pisau sangat menyulitkan. Cara praktis agar mudah terkelupas, cukup ukir X  dibagian atas buah persik, masukkan dalam air mendidih sebentar. Lihatlah kulit akan terkelupas segera.

3.    Nanas

Pertama potong bagian pangkal dan ujungnya, lantas potong bagian tengah secara melintang jadi empat bagian. Buang bagian tengah nanas. Dengan posisi nanas berdiri, belah lagi jadi dua, kemudian buang kulitnya. Iris – iris daging nanas kupas dalam bentuk kecil, sajikan.

4.    Jeruk

Jika anda ingin memotong jeruk dengan cara yang seefisien mungkin, potong terlebih dahulu kedua ujungnya. Kemudian, buat sayatan disatu sisi jeruk. Dengan menggunakan jari – jari and, bukalah sayatan itu seperti buku. Jeruk siap dinikmati.

5.    Alpukat

Teknik kupas dan memotong terbaik untuk alpukat, dimulai dengan mengirisnya menjadi dua bagian dan mengeluarkan bijinya. Setelah itu belah tiap potongan menjadi dua lagi dan tarik kulitnya kearah belakang.

6.    Mangga

Ada dua cara cepat mengupas dan mengiris mangga. Pertama, potong mangga menjadi dua sepanjang isinya. Kemudian, buat irisan bentuk kotak kecil pada daging mangga. Terakhir, nalikkan kulit mangga dan anda telah memotong dengan sempurna.
Kedua, potong mangga menjadi dua sepanjang isinya. Kemudian, menggunakan gelas kososng, perlahan – lahan geser setiap irisan ke bawah. Gelas akan mengupas kulit mangga.

7.    Stroberi

Gunakan sedotan untuk mengilangkan bagian tengah stroberi yang biasanya agak keras dan daun stroberi. Mulailah dengan memasukkan sedotan ke bagian bawah dan perlahan – lahan dorong melalui tengah ke atas.

8.    Semangka

Letakkan semangka posisi rebah, belah tengah menjadi dua. Tengkurapkan atau balikkan semangka denga posisi kulit dibagian luar. Belah lagi tiap bagian menjadi empat, lalu potong – potong bentuk kotak hingga tampak seperti jaring – jaring. Nah, anda tinggal menarik irisan semangka kotak dan hap.

9.    Tomat Ceri

Jika anda memiliki lusinan tomat ceri untuk dipotong, lakukan cara ini. Tempatkan tomat dalam piring, letakkan piring lain atau tutup piring berbahan plastik diatasnya. Tekan sedikit piring bagian atas, iris tomat menggunakan pisau bergerigi, lalu geser memutar hingga semu tomat terpotong bersamaan.

10. Kiwi

Agar nutrisi yang terkandung dalam kulit kiwi tidak hilang, mulailah dengan memotong kedua ujungnya. Setelah itu tegakkan posisi kiwi. Gunakan sendok untuk melepaskan daging buah dari kulitnya. Tarik perlahan agar buah tidak hancur.


Dikutip dari Tabloid Nyata Edisi IV Februari & I Maret 2020


14 Trik Sukses Bikin Kue



Pernahkah mengalami kejadian lapisan atas cake buatan anda tidak rata? Kukis terlalu melebar saat dipanggang? Hal itu tidak akan terjadi lagi, karena kami punya trik mengatasinya. Ini dia:

1.    Loyang Warna Terang

Pilih loyang warna terang untuk memanggang cake, terutama cake vanila. Jangan gunakan loyang dengan lapisan anti lengket hitam pekat. Loyang berwarna gelap menyerap lebih banyak panas. Sehingga adonan cepat panas dan gosong. Jika terpaksa menggunakan loyang berwarna gelap atau hitam, turunkan suhu panggang sekitar lima derajat celcius.

2.    Membungkus Cake

Permukaan cake mengembang pecah dan tidak rata sehingga harus dipotong? Lupakan hal itu, sayang jika ada bagian bagian cake yang dibuang. Dua trik ini akan menyelesaikan.

Pertama, bungkus loyang menggunakan handuk kue yang bersih untuk meredam panasnya. Kedua balikkan dan tekan perlahan cake. Lakukan selama beberapa saat sampai permukaan cake rata. Tak perlu membuang cake bukan?

3.    Motif Renda                                                                       

Butuh sedikit kreatifitas untuk membuat tampilan kue lebih menarik tetapi tidak ribet. Gunting sedikit motif renda dari kain. Pastikan kain bersih ya. Letakkan renda diatas kue, taburi gula halus atau bahan hiasan lain. Angkat renda dan lihatlah. Kue jadi cantik dalam sekejap.

4.    Gunakan Tusuk Gigi

Ingin menghias permukaan dengan tulisan tapi taku tidak rapi? Manfaatkan tusuk gigi untuk membuat pola lebih dahulu. Seteah itu semprotkan bahan hiasan diatas pola. Rapi dan cepat, seperti tukang kue profesional.

5.    Jepit Makanan

Kreatif itu perlu. Tak butuh alat khusus untuk membuat pinggiran pai lebih menarik. Jepit kue atau garpu juga ujung sendok bisa dimanfaatkan untuk merapikan bagian ini agar tampil lebih menarik.

6.    Krim Lebih Bervolume

Whipped cream atau mentega putih kocok siap pakai, merupakan pilihan praktis untuk menutup permukaan cake, kue dan cupcake. Jangan lupa untuk tetap mengocok ulang bahan ini agar lembut, bervolume dan mudah digunakan. Cukup kocok menggunakan mixer berkecepatan tinggi selama lima hingga tujuh menit sebelum digunakan.

7.    Gunakan Hair Dryer

Pernahkan bertanya – tanya bagaimana lapisan ganache halus dan mengkilap? Manfaatkan hair dryer untuk melakukan keajaiban ini. Sembari anda meratakan ganache menutupi cake, arahkan panas hair dryer untuk merapikan sekaligus membuat ganache mengkilap.

8.    Melumerkan Selai

Selai cokelat, keju dan selai buah siap pakai untuk menghias cake atau kue memang praktis. Tapi cek dulu teksturnya. Campurkan sedikit susu cair atau minya sayur untuk memperkaya rasa selai sekaligus membuat tekstur selai lebih lembut dan mudah dioleskan pada permukaan cake dan kue. Coba saja.

9.    Melunakkan Mentega

Lunakkan mentega dengan cara menuangkan air panas dalam gelas. Setelah itu buang air panas, gunakan gelas untuk menutupi mentega. Jika anda perlu memasukkan mentega dingin kedalam adonan pastry, triknya adalah memarut lembut mentega lebih dulu. Dengan begitu akan mudah hancur dan bercampur dengan adonan.

10. Roti Tawar Pelembab Cake

Cake yang tidak langsung dihias atau dilapisi krim, permukaan serta bagian luarnyamenjadi keras dan kering. Jaga kelembapan cake dengan meletakan selembar potong roti tawar diatasnya. Dengan cara ini, cake tetap lembut serta lembab meski semalaman anda biarkan.

11. Tepat Pilih Gula

Setiap orang memiliki ide yang berbeda tentang kesempurnaan kukis. Ada yang suka kukis empuk, renyah atau kukis yang lumer dimulut. Kunci untuk mendapatkan kukis yang anda inginkan adalah penggunaan jenis gula.

Jika ingin kukis padat tapi empuk, pilih gula bubuk. Untuk kukis yang langsung lumer dimulut pilih gula pasir butiran lembut. Kukis yang renyah dan seikit mekar, pilih gula palem atau gula pasir butiran kasar.

12. Gunakan Cetakan Kukis Kecil

Agar pinggiran pai tetap cantik anda bisa memanfaatkan penjepit makanan, ujung sendok atau garpu. Tapi bagaimana dengan penutup pai? Gunakan cetakkan kukis ukuran kecil dengan beragam bentuk untuk menutup sempurna, tampilan pai juga lebih cantik.

13. Manfaatkan Air Hangat

Dapatkan hasil akhir  frosting (lapisan krim penutup cake) yang sempurna denga cara selalu mencelupkan pisau atau solet kedalam air panas sebelum digunakan untuk merapikan bahan frosting (butter cream, ganache dan lain – lain). Panas yang mengalir dalam solet akan membuat frosting lebih mudah dibentuk dan dirapikan.

14. Krim Kocok Lebih Lembut

Untuk membuat krim kocok yang lembut, tuangkan krim cair dalam wadah. Letakkan diatas loyang berisi es batu serut, kemudian kocok hingga kaku dan lembut. Suhu dingin membuat krim lebih cepat mengental, padat dan lembut.

 

 

Dikutip dari Tabloid Nyata Edisi II Februari & III Februari 2020


Kamis, 07 Mei 2020

14 Cara Siasati Kesalahan Memasak



Selain pemilihan bahan berkualitas, pernahkah terpikir bahwa hasil akhir makanan yang tidak sempurna bisa disebabkan cara memasak yang salah. Nah gimana menyiasatinya?

1.    Rebus Pasta Dengan Minyak
Anda menambahkan minyak, margarin atau mentega saat merebus pasta? Hindari hal ini karena minyak dan lemak akan menutup serat pasta, sehingga saus tidak dapat melekat.
Pasta yang terselimuti minyak atau lemak menjadi tidak gurih dan menggumpal ketika dingin.

Untuk itu menyiasatinya, rebus pasta dalam air mendidih, tiriskan segera ketika pasta telah al dente (matang tapi masih kenyal). Campur pasta yang masih panas dengan saus, aduk. Pasta dan saus yang dicampurkan sesaat setelah dimasak akan lebih baik rasa dan teksturnya.

2.    Mengukur Bahan Kering Dengan Gelas Ukur
Menimbang bahan kering dengan cara memasukan dalam gelas ukur bisa berakibat fatal. Tanda gram dalam gelas ukur tidak dapat menjadi patokan.
Cara menyiasatinya, tetap gunakan timbangan untuk mengukur bahan kering. Ukuran yang tepat dalam penimbangan bahan terutama untuk kue dan cake menjadikan hasil yang baik.

3.    Melelehkan Mentega Beku Dalam Microwave
Lupakan melelehkan mentega dalam microwave, sebab akan leleh berlebihan. Solusinya, biarkan mentega meleleh dalam suhu ruang selama 30 sampai 45 menit atau hangatkan dengan api kecil. Setelah sebagian melelh, matikan api dan biarkan meleleh seluruhnya.
Ingat, jangan mengocok mentega terlalu lembut. Mentega yang terlalu lembut membuat kukis kehilangan bentuk saat dipanggang. Cake juga akan berpori besar, kasar dan rusak teksturnya jika pengocokan terlalu lama.

4.    Memanggang  Daging Dengan Suhu Rendah
Untuk mendapatkan daging panggang yang lembut, juicy dan kaya rasa idealnya daging direndam bumbu semalaman. Proses ini berguna untuk membuat daging cepat empuk ketika dipanggang.
            Namun jika anda tak punya banyak waktu, siapkan saja daging kemudian lumuri dengan bumbu perendam, bungkus plastik tebal, simpan dalam lemari es selama 45 – 60 menit.
            Usia proses perendaman, panggang daging dalam alat pemanggangan yang telah dipanaskan. Ingat, jangan memanggang dalam suhu rendah, sebab daging menjadi liat dan matang tak rata.

5.    Minyak Beku Untuk Memasak
Minyak atau lemak beku (margarin, mentega) diperlukan untuk menggoreng atau menumis. Tetapi bukan yang beku.
Minyak dan lemak beku akan terserap lebih banyak oleh bahan makanan. Selain itu proses mematangkan jadi lebih lama. Panaskan dahulu hingga mencapai suhu yang dibutuhkan. Setelahnya, baru masukkan bahan makanan.

6.    Merebus Telur Dalam Air Mendidih
Berharap telur lebih cepat matang, maka anda memasukkannya dalam air mendidih? Tapi yang terjadi telur meletus, sebagian putihnya terburai dan tampilan pun jadi jelek.
Solusinya, masukkan telur saat air masih pada suhu normal. Kemudian rebus di atas api sedang. Hasilnya telur matang dan cangkang pun mulus.
Namun bila terlanjur memasukkan telur dalam air panas atau mendidih, segera kecilkan api. Suhu akan turun perlahan, dengan begitu tidak semua telur rusak cangkangnya.

7.    Melelehkan Cokelat Dengan Suhu Tinggi
Cara terbaik melelehkan cokelat yaitu dengan mengetim. Serut cokelat dan tim di atas api kecil. Angkat sebelum benar – benar meleleh sambil diaduk hingga lembut.
Untuk mengetim sempurna, gunakan panci tim berukuran lebih besar dari panci air. Pastikan air panas dan mendidih, tapi jangan sampai seperti merebus. Itu akan merusak cokelat dan cokelat yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki.
Jika menggunakan microwave, lakukan dengan hati – hati, hentikan pemanasan setiap 20 hingga 30 detik untuk mengaduk – aduk cokelat.

8.    Memanaskan Susu Dengan Suhu Tinggi
Setiap jenis susu mempunyai karakteristik yang berbeda. Ada yang pecah dan menjadi kasar saat dipanaskan. Tetapi ada juga yang malah menjadi padat.
Solusinya, saat memasak atau memanaskan susu dan produk olahan susu, gunakan suhu maksimal 80 derajat celcius atau dibawahnya.
Ada tips mudah untuk menstabilkan susu, gunakan tepung jagung atau tepung terigu jika ingin mendidihkan susu dan mencegah pengentalan.

9.    Mengolah Daging Beku
Salah besar jika daging yang masih beku langsung dimasak. Bila anda memaksakan daging akan tampak matang bagian luar, namun mentah dibagian dalam.
Solusinya,  keluarkan daging dari lemari es, biarkan selama 15 sampai 30 menit hingga bersuhu ruang. Setelah es dalam daging mencair, baru dimasak sesuai kebutuhan.

10. Bumbu Berlebihan
Jangan membumbui bahan makanan sekaligus. Sebaiknya bubuhkan bumbu sedikit dulu saa, tambahkan nanti setelah bahan diolah lagi. Hal yang sama juga bisa diterapkan dalam bumbu pelapis.
Contoh saat menggunakan tepung pangko untuk melapisi ikan atau ayam. Taburi sedikit garam tambahan pada ikan atau ayam yang dibalut tepung agar rasa tetap terjaga.

11. Sering Membalik Makanan
Belajar memasak sendiri cukup sulit, selalu tergoda untuk membolak – blik atau mengaduk makanan yang dimasak. Sebaiknya jangan terlalu sering membalik makanan apalagi bila makanan tersebut berbalut tepung.
Biarkan sedikit berwarna cokelat, lalu balikkan. Terlalu sering dibalik membuat makanan tidak matang merata, balutan tepung rusak atau terlepas.

12. Terlalu Lama Merebus Sayuran
Bayam, sawi, brokoli, buncis dan sayuran hijau lain, akan menjadi kecokelatan dan layu saat direbus terlalu lama. Meskipun teksturnya lebih lunak, tapi sebagian vitaminnya hilang dan larut dalam air rebusan.
Nah, jaga sayuran rebus agar tetap hijau, renyah tetapi sudah matang. Caranya, rebus sebentar dalam air mendidih hanya sampai berubah warna saja. Setelah direbus, tiriskan lalu rendam dalam wadah berisi air es.
Hal ini kan menghentikan proses pemanansan yang masih berlangsung dalam sayuran.

13. Terburu – Buru Mematangkan Bawang Bombay
Penggunaan api besar dan waktu cepat akan menghasilkan bawang bombay yang cokelat, cenderung pahit dan renyah. Sehingga aromanya masih langu.
Jika anda menginginkan bawang bombaytumis dengan rasa tetap manis, seperti karamel dan terlihat creamy untuk disajikan bersama burger atau pizza. Masaklah bawang bombay dengan suhu rendah dan waktu yang cukup.

14. Menumpuk Kacang Saat Dipanggang
Sangat tidak disarankan memanaskan kacang dengan cara menyangrai atau memanggang langsung menggunakan wajan anti lengket.
Anda justru merusak tekstur kacang dan menggosongkannya. Kacang sangat sensitif terhadap panas dan mudah hangus hanya dalam beberapa menit.
Solusinya, sebarkan kacang dalam loyang secara merata, jangan bertumpuk – tumpuk atau terlalu banyak. Panggang hanya sebentar saja, agar kering dan sedikit cokelat pucat.


Dikutip dari
Tabloid Nyata Edisi IV Januari 2020 & V Januari 2020